Sabtu, 25 Juni 2011

50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu


Tanpa kita sadari, waktu adalah hal yang sering kali kita remehkan. Padahal saat ini, waktu terasa berjalan begitu cepat. Sedikit saja kita lengah, maka lewat sudah waktu yang tepat.

Waktu jualah yang membedakan orang sukses dan orang yang gagal. Bukankah Tuhan sama-sama member waktu 24 jam sehari kepada manusia?  Namun, mengapa ada manusia yg sukses dan manusia yang gagal? Jawabanya terletak di bagaimana mereka memanfaatkan setiap waktu yang ada.


Waktu di era reformasi juga menjadikan sedemikian pentingnya. Bahkan lebih penting dari uang itu sendiri. Uang yang hilang bisa saja kembali, namun waktu yang telah lewat tidak akan pernah akan kembali. Apalagi kecepatan arus informasi yang datang dan pergi menuntut kita untuk selalu siaga di setiap waktu.


Sayangnya meskipun waktu begitu penting, tidak banyak rekan-rekan yang mampu mengatur dan memanage waktunya dengan baik. Bukannya mendapat efisiensi dan produktivitas yang tinggi, yang ada justru membuangsetiap kesempatan dan  waktu yang ada denga percuma.

Terapi Mengatasi Serangan Asma

Penyakit asma hingga saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Terapi yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya serangan. Kalaupun terjadi serangan diupayakan serangan tidak berat, berlangsung singkat, dan mengobati saat terjadi serangan.

Beberapa terapi dapat dilaksanakan untuk mencegah terjadinya serangan asma. Salah satu tindakan pencegahan asma dapat dilakukan dengan atau tanpa obat. Pencegahan tanpa pemakaian obat ialah menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan serangan asma, antara lain:
  • Faktor iritan seperti debu, asap rokok, gas, dan zat-zat kimia.
  • Perubahan suhu yang tiba-tiba.
  • Kelelahan fisik berlebihan.
  • Emosi yang berlebihan.
  • Zat alergen seperti bulu binatang, tepung sari, makanan tertentu terutama pada penderita asma alergi.
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Tindakan tanpa obat ini tidak selamanya membawa hasil karena berbagai keadaan diatas kadang sulit dihindari. Selain itu, faktor pencetus serangan kadang terdiri dari berbagai faktor bukan hanya satu faktor saja.

Terapi pencegahan lain yang dapat ditempuh menanggulangi asma adalah dengan menyuntikkan ekstrak alergen secara berulang-ulang. Penyuntikan ekstrak allergen ini disebut sebagai desensitisasi. Namun, terapi ini ternyata hanya bermanfaat bagi penderita asma alergi. 

Bau Mulut, No Way !!!

Bau mulut (halitosis) ternyata bisa disebabkan oleh banyak sebab, mulai dari kesehatan rongga mulut sampai adanya penyakit tertentu. Namun, hasil penelitian menunjukkan hampir 85 sampai 90% penyebab bau mulut yaitu karena disebabkan oleh adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi.

Pada orang yang menderita halitosis, kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) di dalam mulutnya mengalami peningkatan. VSCs sendiri merupakan zat yang terdapat di dalam rongga mulut. Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid, yang merupakan produk bakteri atau floral normal rongga mulut. Dengan meningkatnya kadar VSCs dalam mulut, bisa menyebabkan bau VSCs tercium oleh indera penciuman.

Penyebab lain yang bisa juga menyebabkan bau mulut yaitu hidung, jantung, atau karena penyakit tertentu. Misalnya kencing manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus. Namun pada anak, bisa disebabkan karena ada benda asing yang masuk ke hidung dan tidak terdeteksi, sehingga terjadi pembusukan, lalu menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, bau mulut juga bisa terjadi karena pengaruh sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut. Apabila ini terjadi, maka akan mengundang aktivitas bakteri secara berlebihan.

Bahaya Kalsium Berlebih

Suatu penelitian terbaru mengungkapkan bahaya mengasup mineral utama pembentuk tulang secara berlebihan. 

Kaitan antara pola makan syarat kalsium dengan risiko kanker prostat terungkap dari hasil penelitian yang dipublikasikan International Journal of Cancer. Peneliti dari Lembaga Kanker Nasional di Rockville, Maryland, Dr Panagiota N Notrou beserta koleganya menemukan bahwa risiko terkena kanker prostat meningkat seiring meningkatnya konsumsi asupan makanan produk olahan hewan, seperti susu, keju telur, ataupun mentega yang mengandung kalsium tinggi.

Untuk menyelidiki lebih lanjut, para peneliti melakukan penelitian dan pengamatan dengan data dan catatan medis yang diperoleh dari penelitian pencegahan kanker. Penelitian itu menggunakan alpha-tocopherol beta-carotene (ATBC) untuk menguji tingkat asupan kalsium dan kaitannya terhadap risiko kanker prostat. Penelitian ATBC menyertakan 29.133 pria perokok berkebangsaan Finlandia, dengan kisaran usia 50–69 tahun yang menyelesaikan lembar pertanyaan mengenai 276 macam makanan untuk mengetahui pola makan mereka saat penelitian dimulai.

Setelah kurun waktu 17 tahun, tim peneliti menemukan sebanyak 1.267 kasus kanker prostat. Dari jumlah total 27.028 mereka yang mengisi data hingga tuntas, juga disertakan dalam analisis akhir.”Kami menemukan adanya hubungan sebab-akibat yang kuat antara asupan kalsium dengan risiko kanker prostat,” ujar Notrou seperti dikutip Reuters. Setelah melakukan penyesuaian data terhadap sejumlah variabel penting, maka ditemukan risiko kanker prostat mencapai 63% lebih besar bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari 2.000 mg kalsium dibandingkan pria-pria yang menerima asupan kalsium kurang dari 1.000 mg tiap harinya. Karena itu,terlihat perbedaan statistik yang mencolok.

Senin, 06 Juni 2011

SUP PASTA BENING

Bahan :
Kaldu ikan
250 gram ikan kakap
1 buah bawang Bombay potong-potong
1 batang daun bawang iris
1 batang seledri iris
5 biji merica butiran
1 liter air
Isi :
12 udang ukuran sedang
2 sdm minyak goreng
2 siung bawang putih memarkan
5 cm jahe memarkan
125 gram pasta/angel hair, rebus matang
150 gram kapri
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm saus ikan/kecap ikan
2 sdm air jeruk nipis
Taburan : irisan daun bawang dan daun ketumbar

Cara Membuat :
  1. Kaldu ikan : masak ikan bersama bawang Bombay, daun bawang, seledri, merica butiran dan air, setelah mendidih dan ikan matang angkat dan saring.  
  2. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga harum, masukkan ke dalam kaldu dan didihkan kembali.  
  3. Masukkan udang, kapri, masak hingga udang matang, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata, masukkan saus ikan dan air jeruk nipis angkat.  
  4. Siapkan mangkuk isi dengan pasta potongan ikan dan tuangkan kuah dengan isiannya, taburi daun bawang dan daun ketumbar.
  5. Siap disajikan (6 orang).